Powered by Roundtable

Apa yang membuat Anda menerima setiap hari baru? Ambil waktu untuk benar-benar berpikir. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang sederhana tapi berubah. Sesuatu yang menyelamatkan hidup saya dan membentuk saya dari seorang anak yang dilahirkan dengan limitasi menjadi siapa saya hari ini. Namanya adalah harapan. Saya percaya bahwa saya tidak sendirian dalam hal ini. Saya pikir banyak dari Anda akan setuju. Harapan memiliki kekuatan untuk berubah. Dan bagi mereka yang dilahirkan dengan tantangan unik, terutama teman-teman kita yang memiliki kebutuhan istimewa, harapan bisa menjadi segalanya. Di Indonesia, banyak individu yang memiliki kebutuhan istimewa tetap berjuang untuk mencapai kebebasan dan sering dilihat tidak mampu untuk berkontribusi secara berarti kepada masyarakat. Pemerintah telah mengambil langkah mengembangkan kebijakan yang mendorong tempat kerja untuk mengintegrasi individu yang memiliki kebutuhan istimewa. Tetapi terdapat masalah. Banyak perusahaan, seperti perusahaan, membutuhkan pekerja yang memiliki kebutuhan istimewa. Dan terdapat masalah kemampuan kemampuan yang membuat standar industri penuh menantang. Pada umur 21 tahun, saya mungkin hanya satu orang dengan mimpi besar untuk mengambil harapan dalam orang lain, seperti harapan yang pernah meninggalkan saya dan keluarga saya. Tetapi saya menyadari bahwa mimpi ini membutuhkan komunitas, sebuah kuasa yang lebih besar daripada diri saya. Itulah sebabnya saya menemukan Hope Design, bagian dari House of Hope, bersama dengan pencipta Gen Z lainnya yang berkongsi hati untuk mendorong komunitas kebutuhan istimewa. Dengan latar belakang saya dalam desain visuals dan penasaran untuk pekerjaan kreatif, Hope Design menyediakan manajemen media sosial untuk MSME dan individu yang memiliki kebutuhan istimewa, mendukung mereka sementara mereka menginavigasi dunia digital. Model kami berjalan sepenuhnya. Keuntungan dari Hope Design menuju kembali ke House of Hope, membangun jembatan yang berkembang keindependenan dan keuntungan diri bagi orang dewasa yang memiliki kebutuhan istimewa. Dalam sebarang perjalanan yang berarti, ada pertanyaan, kadang-kadang bahkan dub, Apakah Anda melakukan ini hanya untuk kompetisi? Apakah ini benar-benar pergerakan Gen Z? Bukankah mereka seharusnya generasi yang kurang memiliki kebutuhan istimewa? Kenapa kebutuhan istimewa ketika banyak orang lain membutuhkan bantuan? Jawabanku mudah, karena saya tahu bagaimana rasanya hidup dengan kelemahan. Saya dilahirkan dengan amblyopia dan harus menerima perjalanan unik sendiri lama sebelum saya bisa membantu orang lain. Dan ya, di Indonesia, pergerakan seperti Gen Z mungkin terlihat tidak biasa, tapi perubahan dimulai di suatu tempat. Ini bukan tentang apa yang mudah, ini tentang apa yang mungkin. Untuk membuat visi ini berkembang, kita menyelesaikan pengetahuan dari mereka yang sudah berpionir jalan yang mirip. Studi kami membawa kita ke Singapura. Dari perjalanan ini, saya mendapatkan perspektif yang tak berharga. Kerajaan Tuhan menyampaikan diri sendiri kepada saya, karena saya menyadari bahwa amblyopia saya, sebuah perjalanan sulit, menjadi sebuah berkat, sebuah tujuan untuk membawa harapan ke orang lain. Begitulah caraku hidup, dari seorang anak yang dilahirkan dengan amblyopia ke seorang agen harapan. Dan sekarang, dunia membutuhkanmu juga. Bersama, kita bisa membawa harapan ke semua orang yang membutuhkannya. Tidak peduli tentang batasan, jika kita percaya, harapan selalu ada, menunggu untuk membimbing kita ke depan.

3